Articles

Fragmentasi dan Defragmentasi pada Hard Disk

Kali ini saya akan menuliskan sebuah artikel yang saya ambil dari majalah komputer favorit saya, CHIP. Saya akan memaparkan bagian artikel dari majalah CHIP tentang defragmentasi (CHIP 03/2010 Hal. 60 – 64). Pada artikel tersebut juga terdapat perbandingan beberapa aplikasi untuk melakukan defragmentasi. Tetapi saya tidak akan mengulas tentang aplikasi defragmentasi di sini. Saya hanya akan memberikan keterangan tentang proses fragmentasi pada hard disk.

Belum banyak orang memahami tentang defragment pada hard disk. Padahal proses defragmentasi sangat berguna agar kinerja PC (khususnya kinerja hard disk) bisa menjadi lebih optimal. Jika anda merasa bahwa komputer anda sekarang menjadi lebih lambat dalam membuka aplikasi, meng-copy file terasa lebih lama, atau men-scan file-file atau folder yang terjangkit virus membutuhkan waktu beberapa menit, mungkin hal tersebut karena hard disk telah terfragmentasi.

Hard disk yang terfragmentasi dapat menurunkan kinerja PC. Solusinya lakukan proses defragmentasi secara berkala. Secara mendasar, proses defragmentasi adalah memindahkan atau mengatur ulang penempatan sejumlah file di hard disk. Namun, kini melalui aplikasi defragmentasi yang diluncurkan oleh sejumlah produsen, aplikasi-aplikasi tersebut juga dapat menganalissis dan menempatkan file sesuai lokasi yang sebenarnya.

Masalah: Kekacauan File

Install dan uninstall program, menyimpan, mengedit serta menghapus sejumlah dokumen sering menyebabkan hard disk terfragmentasi (lihat grafik timbulnya fragmentasi). Hal ini mengakibatkan akses ke hard disk terhambat karena head baca harus berpindah-pindah. Oleh karena itu, proses defragmentasi wajib anda lakukan. Frekuensinya tergantung dari penggunaan dan system file yang terpasang di hard disk. Cara kerja system FAT berbeda dengan NTFS.

Sistem file FAT akan menempatkan dalata sesuai urutan dan tidak peduli, apakah dapat disimpan sebagai rangkaian cluster atau tidak. Sementara itu, NTFS terlihat lebih pintar. System file yang pertama kali diterapkan di Windows XP ini berusaha menyimpan semua data sekaligus. Walau demikian, NTFS juga memiliki kekurangan. Contohnya, sistem file ini teidak memperhatikan perubahan ukuran data. Bila pengguna PC memperbesar sebuah data, data tersebut akan disimpan di hard disk sebagai data baru.

Fragmentasi juga dapat disebabkan oleh MFT (Master File Table). Sistem file NTFS akan mereservasi 12% kapasitas yang ada di hard disk untuk metadata. Tidak hanya itu, windows juga akan menyimpan semua data yang berukuran kurang dari 1,5 KB. Bila Anda sering membuat file berukuran kecil, MFT bisa penuh dan mencampur file-file berikutnya dengan file atau program yang ada di PC.

Penurunan kecepatan bisa juga disebabkan oleh file swap (virtual RAM/virtual memory) yang digunakan Windows bila RAM tidak cukup. Biasanya, sistem akan menghapus data yang bersangkutan setelah tidak lagi diperlukan. Namun, bila sebuah aplikasi mengalami masalah, aplikasi tersebut akan menyisakan data yang tidak terpakai. Jika data-data ini dibiarkan menumpuk, hard disk pun turut terfragmentasi.

Pencegahan: Konfigurasi Sistem

Seberapa parah virtual RAM akan terfragmentasi tergantung konfigurasi Windows yang terpasang. Windows mendukung ukuran virutal RAM yang variatif, Windows akan menggunakan tempat sesuai kebutuhan hingga fragmentasi cepat terjadi. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan virtual Ram secara tetap. Konfigurasi ini tesedia di dalam System Properties, tepatnya di bawah Performance Options. Di sana atur virtual memori di kisaran 2 hingga 4 GB dan atur pula nilai minimum dan maksimumnya.

Pemakaian hard disk yang baik dapat dicapai melalui pengaturan hard disk cluster. Ukuran standarnya adalah 4 KB. File berukuran 1 KB akan menduduki 1 cluster. Sebaliknya, file akan dipecah bila lebih dari 4 KB. Dengan demikian performa hard disk dapat ditingkatkan bila ukuran cluster adalah 64 KB.

Kesimpulan (by thexwarrior)

Dengan adanya proses install atau uninstall program, mengedit atau menghapus file dapat menyebabkan fragmentasi pada hard disk. Fragmentasi pada hard disk dapat menyebabkan penurunan kinerja pada hard disk karena akan menambah proses seek time pada hard disk yang disebabkan oleh file yang terfragmentasi. Solusinya, lakukan proses defragmentasi secara berkala (1-2 minggu sekali atau satu bulan sekali) untuk merapikan data pada hard disk sehingga kinerja hard disk bisa kembali optimal.

Untuk melakukan defragmentasi, anda bisa menggunakan tool defragment bawaan dari windows atau menggunakan aplikasi berbayar seperti Disk keeper 2010, O&O Defrag 12, Jetdrive 2010 Ultimate, atau Magical defrag 2 (Untuk perbandingan, lihat di majalah CHIP 03/2010). Jika anda ingin tool defragmentasi alternatif versi gratis, anda bisa menggunakan Defraggler dari Piriform (aplikasi defragmentasi favorit saya).

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda. 🙂

4 Comments

    • thexwarrior

      @seaman
      Hmm… sepertinya hard disknya ada masalah tuh. Biasanya kalau seperti itu kalau komputer mati tiba-tiba. HDD sedang melakukan proses kemudian tiba-tiba mati. Coba dijalankan dulu check disknya. Caranya, klik kanan drive komputer –> pilih Properties –> pilih tab Tools –> pilih Check Now. Beri tanda checklist “Automatically fix file system errors”. Setelah itu, anda coba kembali melakukan defragment.

  • Roni Zebua

    Met sore mas,,,,
    Salam jumpa…

    saya tertarik dengan artikel yang mas posting-kan ne…

    kebetulan saya ge mo nyusun skripsi ne mas,,,
    boleh tau, apa metode/algoritma yang digunakan pada saat proses pengurutan file (defragmentasi) file yang telah acak di dalam hardisk pada saat defragment dijalankan???

    jika ada referensi2 ttg masalah proses defragment hard disk, tolong di kirimkan ya mas…

    thanks atas petunjuknya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *