Just Bloging

2 Dinar & 10 Dirham

Dalam proposal hidup saya, sekitar dua tahun lagi (sekitar umur 27 tahun) saya menargetkan diri saya untuk menikah. Umur 27 menurut saya memang sudah sepantasnya bagi laki-laki untuk menikah. Ya sebenarnya sih ingin bisa lebih cepat, tetapi rasanya itu belum bisa dilakukan mengingat saya merasa masih belum mampu/cukup dalam hal zohir (batinnya sih siap :D). Jadi, selama 2 tahun ke depan dalam proposal hidup saya adalah mempersiapkan kebutuhan zohir untuk menikah. Namun demikian, saya sudah mempersiapkan modal mahar dari sekarang untuk melamar calon pendamping hidup saya nanti. 🙂

2 Dinar & 10 Dirham adalah modal awal mahar yang sudah saya siapkan untuk melamar calon pendamping saya nanti. Mengapa saya sebut modal? Karena bisa saja modal ini bertambah (insya Allah tidak akan berkurang). 🙂 Modal mahar ini saya dapatkan dari guru saya tercinta (Abi) sebagai romzul mahabbah hasil jerih payah saya karena telah menyelesaikan ketikan yang saya namakan “AM Project”. Sebenarnya romzul mahabbah ini diberikan dalam bentuk rupiah sebesar Rp 5.000.000. Uang tersebut diamanatkan kepada saya dalam dua pilihan, yaitu untuk meneruskan jenjang pendidikan saya ke Magister (S2) atau untuk menikah. Saya memilih uang tersebut untuk dijadikan modal mahar, karena saat ini saya masih belum ingin untuk meneruskan jenjang pendidikan ke S2 walaupun ada niat untuk melakukannya. Saya juga meniatkan romzul mahabbah ini sebagai mahar, agar keberkahan dari “AM Project” akan terus mengalir hingga saya berkeluarga. Adapun saya langsung jadikan dalam bentuk Dinar dan Dirham, agar hasil jerih payah yang telah saya dapatkan tidak tergerus oleh inflasi selama 2 tahun ke depan. Dinar & Dirham juga lebih cocok dijadikan sebagai mahar dibandingkan dengan uang tunai.

Dinar untuk mahar tersebut saya beli tepat di hari ulang tahun saya yang ke-25 bulan lalu. Saya niatkan supaya mahar yang saya siapkan nanti umurnya tepat dua tahun ke depan pada saat umur saya 27 (Supaya gampang hitungnya :D). Saat saya membeli 2 Dinar ini harga sedang emas tinggi. Saya membeli per-Dinar seharga Rp 2.199.450 pada jam 15.00 WIB di Salma Dinar. Adapun Dirham, tidak dibeli ketika saya ulang tahun. Dirham digunakan sebagai pelengkap agar hitungan maharnya saat ini adalah 5 juta (walaupun hitungannya menjadi lebih dari 5 juta).

Lalu, siapakah calon saya? Hehehe… banyak orang yang menanyakan hal tersebut khususnya murid-murid saya. 😀 Sebenarnya sampai saat ini saya masih belum menemukan tulang rusuk yang hilang tersebut. Menemukan orang yang cocok ternyata tidak mudah, karena saya sendiri juga memiliki beberapa kategori bagi calon pendamping saya. 😀

Saya percaya bahwa jodoh itu adalah bagian dari takdir. Artinya jodoh itu memang sudah ditentukan. Kita hanya bisa berusaha (mencari), memohon, dan berharap kepada Allah SWT. Pada akhirnya Allah yang akan menentukan segalanya. Dan saya pun yakin bahwa pilihan Allah adalah pilihan yang terbaik, karena Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita. 🙂

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *